2.1.3. Pengawasan
2.1.3.1. Pengertian Pengawasan
Secara umum pengawasan dapat diartikan sebagai perbuatan untuk melihat dan memonitor terhadap orang agar sesuai dengan kehendak yang telah ditentukan sebelumnya.
Menurut M. Manullang (2002:173), mengatakan bahwa : “Pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan suatu pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula.”
Menurut S.P Siagian (2004:126) pengawasan adalah segenap kegiatan untuk meyakinkan dan menjamin bahwa pekerjaan-pekerjaan dilakukan dengan rencana yang ditetapkan, kebijakan-kebijakan yang telah digariskan dan perintah-perintah yang telah diberikan dalam rangka pelaksanaan rencana tersebut. Pengawasan harus mengukur apa yang telah dicapai, menilai pelaksanaan, serta mengadakan tindakan perbaikan dan penyesuaian yang dianggap perlu.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan pengawasan adalah suatu kegiatan yang harus dilaksanakan untuk menilai dan mengetahui apakah suatu kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
2.1.3.2. Jenis-jenis Pengawasan
A. Menurut Waktu Pelaksanaan
1. Setelah kegiatan
Pengawasan ini disebut juga evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui hasil kerja dari setiap anggota kelompok dan untuk mengetahui kesalahan yang terjadi agar kesalahan-kesalahan itu tidak berulang dimasa yang akan datang.
2. Pada saat kegiatan
Pengawasan ini lebih bersifat control.Pengawasan ini lebih bertujuan untuk memberikan pengarahan-pengarahan untuk memperbaiki kinerja para anggota.
B. Menurut Cara Pelaksanaan
1. Secara Langsung
a. Melakukan pemeriksaan atau vervikasi
b. Dengan latar belakang tertentu, seperti ada dugaan penyimpangan atau karena ada kejadian penting seperti pergantian kepengurusan
2. Secara tidak langsung
a. Melakukan review, yaitu mengawasi apa saja yang telah terjadi pada satu organisasi
b. Rutin, yaitu pelaksanaan pengawasan itu sendiri sudah diagendakan sebelumnya.
2.1.3.3. Indikator Pengawasan
Pengawasandalam penelitian ini dikukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut:
a. Pemantauan
Yaitu memeriksa langsung perihal atau orangnya sendiri di tempat dimana peristiwa terjadi dan dimana bawahan bertugas.
b. Pemeriksaan
Yaitu pengawasan yang dilakukan melalui pengamatan, pencatatan, penyelidikan dan penelaahan secara cermat dan sistematis serta melalui penilaian terhadap segala yang ada kaitannya dengan pekerjaan.
c. Bimbingan danPengarahan
Yaitu segala kegiatan yang dilakukan pimpinan dalam memberikan saran terhadap pelaksanaan tugas.
d. TindakanDisiplin
Yaitu segala usaha yang dilakukan pimpinan terhadap bawahan dalam rangka memberikan sanksi bagi yang melanggar ketentuan yang berlaku.
e. TindakanKoreksi
Yaitu segala usaha yang dilakukan pimpinan untuk memperbaiki kesalahan – kesalahan atau penyimpangan tugas yang dilakukan oleh bawahan.
2.1.4. Pelatihan
2.1.4.1. Pengertian Pelatihan
Menurut Sunyoto (2012: 137), “Pelatihan tenaga kerja adalah setiap usaha untuk memperbaiki performa pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya atau satu pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaan”.
Menurut Dessler (2013: 273), “ Training istheprocess of teachingneworcurrentemployeesthebasicskillstheyneedtoperformtheirjobs”. Diartikanpelatihan adalah proses mengajar karyawan baru atau yang saat ini sedang bekerja tentang keterampilan dasar yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka.
Dari beberapa teori di atas, dapat disimpulkan bahwa pelatihan adalah suatu teknik atau proses mengajar dan memperbaiki kinerja karyawan baru dan lama untuk meningkatkan kemampuan dan melakukan pekerjaan lebih baik.
2.1.4.2. Tujuan dan Manfaat Pelatihan
Menurut Notoatmodjo (2009: 74), pelatihan memiliki tujuan utama dalam meningkatkan kinerja, efektivitas dan efisiensi karyawan dalam melakukan setiap pekerjaan. Pelatihan-pelatihan ini mencakup antara lain:
a. Pelaksanaan program-program baru.
b. Penggunaan alat-alat baru.
c. Pelatihan bagi para karyawan dalam melakukan tugas atau pekerjaan baru.
d. Pengenalan proses atau prosedur kerja yang baru.
e. Pelatihan bagi karyawan baru.
2.1.4.3. Indikator Pelatihan
Indikator Pelatihan Kerja yang digunakan untuk mengukur pelatihan dalam penelitian ini adalah (Mangkunegara, 2007)
a. Menunjang pekerjaan
b. Pengetahuan & keterampilan
c. Penyampaian materi
d. Motivasi
e. Penguasaan materi & kreativitas
No comments:
Post a Comment