Footnote" (Catatan Kaki)
a. "Footnote" adalah
catatan di kaki halaman
untuk menyatakan sumber, pendapat,
fakta, atau iktisar atau suatu kutipan clan
dapat juga berisi
komentar mengenai suatu hal
yang dikemukakan
di dalam
teks
b. Sesuai dengan namanya,
"Footnote" seyogyanya ditempatkan di
kaki halaman, tetapi untuk
memudahkan pengetikannya "footnote" dapat
ditempatkan di belakang tiap-tiap bab,
enam spasi sesudah baris kalimat terakhir tanpa
membubuhkan judul "footnote"
atau judul lain. Cara lain
adalah menempatkan seluruhnya pada halaman
baru sebelum halaman daftar bacaan,
dengan diberi judul "footnote".
c. Kalau "footnote" ditempatkan di kaki halaman maka perlu diperhatikan:
1) Tiap-tiap
"footnote" ditempatkan pada halaman
yang sama dengan bagian yang dikutip atau
yang diberi komentar;
2) Pada
jarak: dua spasi di
bawah teks baris kalimat
terakhir ditarik garis pemisah mulai dari
batas margin kiri sampai
margin kanan;
3) "Footnote"
pertama pada halaman yang bersangkutan juga
ditempatkan pada jarak dua
spasi di bawah
garis pemisah;
4) Nomor-
nomor "footnote" disusun berurutan mulai nomor satu sampai
nomor terakhir (nomor "footnote" pertama dalam
bab berikutnya adalah lanjutan nomor "footnote"
terakhir bab sebelumnya), tanpa
titik, tanda kurung,
dan lain- lain. Ini juga berlaku bagi "footnote"
yang ditempatkan pada akhir tiap-tiap
bab.
d. Tiap-tiap nomor
"footnote" ditempatkan setengah spasi di
atas baris pertama
tanpa dibubuhi titik, tanda
kurung, dan lain-lain,
tetapi langsung diikuti huruf pertama
dalam "footnote" (tanpa
diselingi satu pukulan
ketik).
e. Tiap-tiap
"footnote"(baik yang ditempatkan pada
kaki halaman atau sesudah
tiap-tiap bab maupun di bagian
akhir tesis sebelum daftar bacaan) diketik berspasi satu
dan dimulai sesudah tujuh pukulan
ketik dari margin kin'. Baris
kedua dan seterusnya dari
suatu "footnote" dimulai dari margin
kiri.
f. Kalau suatu
"footnote" terdiri atas dua alinea
atau lebih, maka tiap-tiap alinea disusun
seperti petunjuk di atas ini
g.
Jarak antara tiap-tiap
"footnote" adalah satu spasi
Bentuk-Bentuk "Footnote"
Chicago Style merupakan salah satu dari beberapa gaya penulisan fotenote yang umumnya digunakan untuk pengutipan sumber referensi. Chicago style menggunakan dua sistem sitasi, yakni note and bibiliography system dan author date system. . Berikut ini diuraikan bentuk-bentuk dan contoh-contoh footnote untuk dijadikan sebagai contoh sumber kutipan dari buku, jurnal ilmiah, makalah, surat kabar, karya yang tidak diterbitkan, wawancara, ensiklopedi, dan lain-lain.
a. Buku
Format dasar :
Nama Penulis/Pengarang, Judul utama buku: Anak judul buku (ditulis italic atau miring), (edisi ke berapa, jika ada), (Kota terbit: Penerbit, tahun terbit/publikasi), halaman.
1) Mengutip dari buku yang ditulis oleh seorang pengarang.
Akhmad Khisni, Hukum Waris Islam, (Semarang: UNISSULA Press, 2015), hal. 166.
2) Mengutip dari buku yang ditulis oleh dua orang.
Ilyas Wirawan B. dan Rudy Suhartono, Perpajakan, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2012), hal. 15.
3) Mengutip dari buku yang ditulis oleh lebih dari tiga orang pengarang, hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan diikuti et el., asalnya et all, artinya, dengan orang lain atau dengan kawan- kawannya
Cheatham, Elliot E. et al., Conflict of Law, Cet. V, (New York; The Fondation Press, 2015), hal. 104.
4) Mengutip dari kumpulan karangan seperti mengutip dari majalah:
Stanner, John. “Family Relationships in Malaysia”, dalam David C. Buxbaum (ed), Family Law and Customary Law in Asia: A Contemporary Legal Prespective, (Martinus Nijhoff, The Hague, 1968), hal. 202.
5) Tidak ada pengarang tertentu; sebagai pengarang dicantumkan nama, badan, lembaga, perkumpulan, perusahaan, dan sebagainya :
Sekretariat
Negara, Konperensi Tingkat Tinggi Asean, Bali 23
– 25 Februari
1976, hal. 85.
6) Mengutip dari buku yang diterjemahkan, yang dicantumkan tetap nama pengarang aslinya, dibelakang judul buku nama penerjemahnya
Van
Den Ven, F. J. H. M., Pengantar Hukum Kerja, cet.
II, Terjemahan
Sridadi, (Yogyakarta: Kanisius, 2001), hal. 61
b. Jurnal
dan Jurnal Online
Yang dicantumkan berturut-turut untuk hurnal : nama penulis, “Judul tulisan diantara tanda kutip”, nama majalah (cetak miring), Volume, nomor, tahun nomor halaman yang dikutip. Untuk jurnal online masukkan alamat link yang langsung menuju ke filenya dan disertai tanggal dan jam akses.
Jurnal non-online:
Adji Oemar Seno. “Perkembangan Delik Khusus dalam Masyarakat Yang
Mengalami Modernisasi”, Jurnal Hukum dan Pembangunan, No. 24, Vol. XII, 1987. hal. 39.
Jurnal online:
gadino, “Law Violation Effects Of Codes Conducted By Notary”, Sultan Agung Notary Law Review (SANLaR), Vol. 1, Issue 1, 2019, hal. 23, http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/SANLaR/article/v iew/4393 diakses pada tanggal 27 Juni 2019 pukul 13.00 WIB
Jika tidak diketahui nama pengarang suatu artikel dalam majalah, maka nama pengarang ditiadakan, jadi “footnote” didahului dengan judul karangan.
“Sekolah-sekolah di
Yogyakarta”. Majalah Suara Guru II, 1957, hal. 18, 19, 21.
c. Seperti pada majalah nama penulis mungkin dicantumkan mungkin juga tidak.
Lim,
“Sudah Tiba Waktunya Hukum Integentil Ditinggalkan sebagai
Mata Kuliah”,
Kompas, 28 Agustus
1979, hal. III.
d. Website
Yang dicantumkan berturut-turut : nama penulis, judul tulisan diantara tanda kutip, alamat link yang langsung menuju ke filenya, disertai tanggal dan jam akses.
“Avoiding Plagiarism’, Comparative Media Studies, https://cmsw.mit.edu/writing-and- communication-center/avoiding-plagiarism/ diakses tanggal 20 Mei 2019 pkl. 09.20.
e. Karya yang tidak diterbitkan.
Heru Supratmo, “Masalah-masalah Peraturan-peraturan Cek serta Bilyet Giro di Indonesia, dalam rangka mengembangkan Sistem Giralisai pembayaran”. Disertasi Fakultas Hukum Universitas Airlangga. 1977, hal. 263.
f. Wawancara
Wawancara dengan (Nama) Ketua Pengadilan Negara
Surabaya, 16 Juni 1980.
g Tulisan dalam
Ensiklopedi
Nama penulis diketahui atau tidak diketahui :
Erwin N. Griswold, “Legal Education”, Encyclopedia Americana XVII, 1977, hal. 2
g. Mengutip dari bahan yang dikutip : Penulis yang langsung dikutip dicantumkan lebih dahulu, kemudian penulis asli :
William,
H. Burton, The
Guidance of Learning
Activities, New York: D.
Appleton – Century Company, Inc..,
1952 hal. 186, dikutip dari Hilgrad,
Ernest, New York: Theories of Learning, 1957,
hal. 37.
No comments:
Post a Comment