Ibu-ibu biasanya adalah orang yang paling khawatir saat
anaknya sakit. Ada hal inspiratif di kampung saya tentang sikap positif ibu-ibu
saat anaknya sakit. Diantaranya adalah perkataan “Arep mundak akale kuwi!” atau
“Arep mundak gede kuwi!” (Seperti sebuah motivasi jika anaknya sedang sakit
maka itu adalah proses pendewasaan anak untuk menjadi lebih pintar kemampuan
berpikirnya atau proses anak menjadi semakin dewasa). Kejadian ini biasanya
pada saat proses anak dari hanya mampu merangkak kemudian anak tersebut mampu
berjalan atau proses anak menjadi bisa bicara. Terlepas dari kebenaran rumus
bahwa “ untuk menjadi dewasa seorang anak harus sakit dulu”( aku ga tahu sudah
ada penelitian yang valid atau belum) tapi hal tersebut benar-benar terjadi,
setidaknya pada anak-anak yang aku amati. Bahkan konsep imunisasi sebenernya
mirip sekali dengan proses tersebut, yaitu seorang anak dengan sengaja di
injeksi penyakit agar tubuhnya membentuk sistem kekebalan yang mampu menolak
jenis penyakit yang disuntikan. Inspirasinya adalah bahwa proses sakit atau
menyakitkan itu tidak perlu selalu kita keluhkan, karena secara alami proses
menambah kemampuan atau proses pendewasaan manusia kebanyakan adalah hal yang menyakitkan.
Sebaiknya juga tidak usah lebay, seolah-olah diri kita sendiri yang merasakan
sakit itu atau sakit yang kita rasakan adalah sakit yang tiada taranya. Atau dalam tingkat lanjutnya
sebaiknya kita berusaha menikmati proses-proses menyakitkan yang biasa ada
dalam kehidupan dengan harapan hal itu akan memicu pertumbuhan untuk kita.
Ada masanya
ketika anak-anak tidak mau dibantu mengenakan pakaian meskipun mereka terlihat
kesusahan mengenakannya. Pada masa itu mereka juga tidak mau digendong walau
harus berjalan kaki walau di jalanan yang sulit. Inilah sebenarnya naluri
genetik manusia yang cenderung tertarik ingin mendapat kesempatan untuk berjuang
atau belajar dalam kehidupan nyata. Namun sayang dalam masa-masa berikutnya
naluri itu mulai terkontaminasi dengan berbagai
No comments:
Post a Comment