BAB
I
PENDAHULUAN
Sistem
ekonomi yang dikenal oleh masyarakat secara global adalah sistem ekonomi
kapitalis dan sosialis. Dalam konteks ekonomi, kedua sistem ini telah mampu
meningkatkan kemakmuran rakyat dinegara yang menggunakan kedua sistem ekonomi
tersebut. Sistem kapitalis dipengaruhi oleh semangat mendapatkan keuntungan
semaksimal mungkin dengan sumber daya yang terbatas. Usaha kapitalis ini
didukung oleh nilai-nilai kebebasan untuk memenuhi kebutuhan. Kebebasan ini
mengakibatkan tingginya persaingan diantara sesamanya untuk bertahan. Sedangkan
sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama. Filosofis ekonomi
sosialis, adalah bagaimana bersama-sama mendapatkan kesejahteraan. Ciri-ciri ekonomi
sosalis diantaranya: pemilikan harta oleh negara, kesamaan ekonomi, dan
disiplin politik.
Selain dikenal
dua sistem ekonomi tersebut yaitu kapitalis dan sosialis, masyarakat juga
mengenal sistem ekonomi lainnya yaitu sistem ekonomi islam yang sebenarnya
telah ada sejak 14 abad yang lalu. Pemikiran ekonomi islam diawali sejak nabi
muhammad saw dipilih sebagai seorang Rasul (utusan Allah). Sistem ekonomi
islam, lebih berkaitan dengan bangunan masyarakat yang perilakunya lebih
didasarkan atas sumber islam, al-Qur’an, dan al-Hadits. Sistem ekonomi
islam dapat dipraktekan oleh masyarakat manapun juga. Prinsip dasar ekonomi
islam adalah kebebasan individu, hak terhadap harta, ketidaksamaan ekonomi
dalam batas yang wajar, jaminan sosial, distribusi kekayaan, larangan menumpuk
kekayaan, dan kesejahteraan individu dan masyarakat.
B. Latar Belakang
Berdasarkan latar belakang yang
telah diuraikan sebelumnya tujuan disusunnya karya tulis ini disamping memenuhi
tugas kuliah juga :
1. Mengetahui
konsep, tujuan, karakteristik, dan prinsip-prinsip ekonomi islam
2. Menguraikan sistem ekonomi kapitalis
dan sosialis dalam konteks ekonomi konvensional
3. Mendapatkan
perbandingan antara sistem ekonomi islam dan ekonomi konvensional
BAB II
PEMBAHASAN
Sistem ekonomi konvensional merupakan sistem ekonomi yang banyak digunakan oleh
berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Ekonomi konvensional merupakan
sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang
untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Sistem ekonomi konvensional
menyatakan bahwa pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran
dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga
pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
Dalam ekonomi konvensional, setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai
dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh
laba sebesar-besarnya, serta melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan
bebas dengan berbagai cara. Hal ini mengakibatkan terbentuknya sekelompok orang
yang kaya dan sekelompok orang yang miskin. Kaum kaya akan semakin kaya
dan kaum miskin akan semakin miskin. Di dalam sejarah dunia, terdapat beberapa
sistem ekonomi konvensional yang begitu berpengaruh diantaranya:
A. Sistem Ekonomi Kapitalis
Salah satu sistem perekonomian yang sudah ada sejak abad 18 masehi, diawali di
inggris dan kemudian menyebar luas ke kawasan Eropa Barat Laut dan Amerika
Utara. Sistem Ekonomi Kapitalis adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan
secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian.
Dalam sistem ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali dalam
system ekonomi ini. Lembaga hak
milik swasta merupakan elemen paling pokok dari kapitalisme. Pemberian hak
pemilikan atas harta kekayaan memliliki fungsi ekonomi penting yaitu Para
individu memperoleh perangsang agar aktiva mereka dimanfaatkan seproduktif
mungkin. Hal tersebut sangat mempengaruhi distribusi kekayaan serta
pendapatan karena individu-individu diperkenankan untuk menghimpun aktiva dan
memberikannya kepada para ahli waris secara mutlak apabila mereka meninggal
dunia. Ia memungkinkan laju pertukaran yang tinggi oleh karena orang
memiliki hak pemilikan atas barang-barang sebelum hak tersebut dapat dialihkan
kepada pihak lain.
Dengan demikian sistem ekonomi kapitalis sangat erat hubungannya dengan
pengejaran kepentingan individu. Bagi Smith bila setiap individu diperbolehkan
mengejar kepentingannya sendiri tanpa adanya campur tangan pihak pemerintah,
maka ia seakan-akan dibimbing oleh tangan yang tak nampak (the invisible hand),
untuk mencapai yang terbaik pada masyarakat.
Dengan kata lain dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku "Free Fight
Liberalism" (sistem persaingan bebas). Siapa yang memiliki dan mampu
menggunakan kekuatan modal (Capital) secara efektif dan efisien akan dapat
memenangkan pertarungan dalam bisnis.
A.1 Ciri-ciri Ekonomi Kapitalis :
* Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu dan Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
* Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar dimana Pasar berfungsi memberikan “signal” kepada produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien serta motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba
* Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingan sendiri.
A.2 Kebaikan-kebaikan
Ekonomi Kapitalisme:
•Lebih efisien dalam memanfaatkan
sumber-sumber daya dan distribusi barang- barang.
•Kreativitas masyarakat menjadi
tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik
•Pengawasan politik dan sosial
minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
A.3 Kelemahan-kelemahan
Kapitalisme
•Tidak ada persaingan sempurna.
Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
•Sistem harga gagal
mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor
eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
B. Sistem Ekonomi Sosialis
Gerakan ekonomi yang
muncul sebagai perlawanan terhadap ketidak-adilan yang timbul dari sistem
kapitalisme. sebutan sosialisme menunjukkan kegiatan untuk menolong orang-orang
yang tidak beruntung dan tertindas dengan sedikit tergantung dari bantuan
pemerintah. Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme melibatkan pemilikan
semua alat-alat produksi, termasuk di dalamnya tanah-tanah pertanian oleh
negara, dan menghilangkan milik swasta. Dalam masyarakat sosialis hal yang
menonjol adalah kolektivisme atau rasa kerbersamaan. Untuk mewujudkan rasa
kebersamaan ini, alokasi produksi dan cara pendistribusian semua sumber-sumber
ekonomi diatur oleh negara.
Dengan demikian sistem ekonomi sosialis merupakan suatu sistem yang memberikan
kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah mengatur berbagai
hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat
B.1 Ciri-ciri sistem ekonomi
Sosialis
1. Lebih mengutamakan
kebersamaan (kolektivisme) :
* Masyarakat dianggap sebagai
satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.
* Tidak ada pengakuan atas
hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
Peran pemerintah sangat
kuat
* Pemerintah bertindak aktif
mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
* Alat-alat produksi dan
kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.
2. Sifat manusia ditentukan oleh
pola produksi :
* Pola produksi (aset dikuasai
masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
* Pola produksi (aset dikuasai individu)
melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).
* Mengabaikan pendidikan moral
B.2 Dalam sistem ekonomi
sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebagai berikut:
1) Pemilikan Harta oleh Negara
Seluruh bentuk produksi dan
sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu
untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
2) Kesamaan Ekonomi
Sistem ekonomi sosialis
menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu
dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu
disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.
3) Disiplin Politik
Untuk mencapai tujuan diatas,
keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih
semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan
harta dihapus.
B.3 Adapun kebaikan-kebaikan
dari Sistem Ekonomi Sosialis antara lain:
1) Disediakannya kebutuhan pokok
2) Didasarkan perencanaan Negara
3) Produksi dikelola oleh Negara
B.4 Kelemahan sistem Ekonomi
Sosialis
1) Sulit melakukan transaksi
Tawar-menawar sangat sukar
dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak
terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali.
Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oleh
pemerintah, oleh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih
disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh
mekanisme pasar.
2) Membatasi kebebasan
Sistem tersebut menolak
sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang
menghambatnya dalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini
menunjukkan secara tidak langsung sistem ini terikat kepada system ekonomi
dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti
mesin.
3) Mengabaikan pendidikan moral
Dalam system ini semua kegiatan
diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu
diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi
tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi
C. Sistem Ekonomi Islam
Gagalnya sistem
ekonomi kapitalis maupun sosialis dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat
mengharuskan adanya pemecahan. Karena itu, negara-negara muslim sangat
membutuhkan suatu sistem yang lebih baik yang mampu memberikan semua elemen
untuk berperan dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Sistem ekonomi
ialah bukanlah sistem ekonomi alternatif maupun sestem ekonomi pertengahan;
sisteM ekonomi islam
merupakan sistem ekonomi solutif atas berbagai permasalahan yang selama ini
muncul.
Deskripsi
paling sederhana dari ekonomi islam adalah “suatu sistem ekonomi yang
didasarkan pada ajaran dan nilai-nilai islam, dimana keseluruhan nilai tersebut
sudah tentu berasal dari Al-Quran, As-Sunnah, Ijmak, dan Qiyas.” Secara umum,
lahirnya ide tentang sistem ekonomi islam didasarkan pada pemikiran bahwa
sebagai agama yang lengkap dan sempurna, islam tentulah tidak hanya memberikan
penganutnya aturan-aturan soal ketentuan dan iman, melainkan juga jawaban atas
berbagai masalah yang dihadapai oleh manusia, termasuk ekonomi.
Dalam ekonomi Islam, kita
tidaklah berada dalam kedudukan untuk mendistribusikan sumber-sumber daya semau
kita. Karena didalam Islam, kesejahteraan sosial dapat dimaksimalkan jika
sumber daya ekonomi juga dialokasikan sesuai dengan tuntunan syariat. Dalam
Islam kegiatan ekonomi memiliki tujuan yang lebih tinggi yaitu kebahagiaan
hidup di dunia dan di akhirat, dengan berupaya mewujudkan keadilan sosial
ekonomi
karakteristik ekonomi Islam
seperti disebut dalam Al Mawsu’ah, Al Ilmiah wa Al-Amaliyah Al-Islamiyah,
yaitu:
1. Harta
kepunyaan Allah dan manusia merupakan khalifah atas harta. Dalam hal
ini dapat diartikan bahwa semua harta yang ada di tangan manusia pada
hakikatnya kepunyaan Allah, karena Dialah yang menciptakannya. Akan tetapi
Allah memberikan hak kepada manusia untuk memanfaatkannya. Namun pemanfaaannya
tidak boleh bertentangan dengan kepentingan orang lain. Jadi kepemilikan dalam
Islam tidak mutlak.
2. Ekonomi
terikat dengan akidah, syariah dan moral. Yaiu setiap kegiatan ekonomi
akan bernilai ibadah dengan mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam Islam.
3. Keseimbangan
antara kerohanian dan kebendaan. Maksudnya adalah bahwa apa saja yang
kita lakukan di dunia ini hakikatnya adalah untuk mencapai kebahagiaan akhirat.
4. Ekonomi Islam
menciptakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan kepentingan
umum. Artinya kegiatan ekonomi yang dilakukan seseorang untuk
mensejahterakan dirinya tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan dan
mengorbankan kepentingan orang lain dan masyarakat umum.
5. Kebebasan
individu dijamin dalam Islam. Dalam Islam diberikan kebebasan individu
namun tidak boleh melanggar aturan-aturan Allah, dengan kata lain kebebasan
tersebut sifatnya tidak mutlak.
6. Negara
diberi wewenang turut campur dalam perekonomian. Dalam Islam Negara
berkewajiban melindungi kepentingan masyarakat dari ketidakadilan yang
dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Negara berkewajiban memberikan jaminan
sosial agar seluruh masyarakat dapat hidup secara layak.
7. Bimbingan
konsumsi. Artinya didalam Islam ada ketentuan mana yang halal dan
haram untuk dikonsumsi dan juga perilaku yang baik dan tidak baik.
8. Petunjuk
Investasi. Dalam Islam ada kriteria untuk dapat melakukan investasi
yaitu:
- Proyek yang baik menurut Islam
- Memberikan rezeki seluas mungkin kepada masyarakat
- Memberantas kekafiran, memperbaiki pendapatan dan kekayaan
- Memelihara dan mengembangkan harta
- Melindungi kepentingan anggota masyarakat
9. Zakat. Adalah
karakteristik yang paling istimewa, karena tidak dimiliki oleh sistem ekonomi
konvensional. Dalam hal ini ada konsep dalam harta kita ada hak orang lain dan
hukumnya harus kita sisihkan.
10. Larangan riba. Dalam
Islam sangat tegas dikatakan bahwa riba adalah haram. Untuk itu harus
dihidupkan ekonomi pada sektor riil. Sebagaimana firman Allah
II. Prinsip-Prinsip Dasar Ekonomi Islam
Prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam menurut Umar Chaptra adalah:
a) Prinsip
tauhid, tauhid adalah fondasi keimanan Islam. Ini bermakna bahwa segala apa
yang di alam semesta ini didesain dan dicipta dengan sengaja oleh Allah SWT,
bukan kebetulan dan semuanya pasti memiliki tujuan. Tujuan inilah yang
memberikan signifikansi dan makana pada eksistensi jagat raya, termasuk manusia
yang menjadi salah satu penghuni di didalamnya.
b) Prinsip
khilafah. Manusia merupakan khalifah Allah SWT di muka bumi dengan dibekali
perangkat baik jasmani maupun rohani untuk dapat berperan secara efektif
sebagai khalifah-Nya. Implikasi dari prinsip ini adalah:
- Persaudaraan yang universal
- Sumber daya adalah amanah
- Gaya hidup sederhana
- Kebebasan manusia
c) Prinsip
keadilan, keadilan adalah salah satu misi utama ajaran Islam, implikasi dari
prinsip ini adalah:
- Pemenuhan kebutuhan pokok manusia
- Sumber-sumber pendapatan yang halal dan thayyib
- Distribusi pendapatan dan kekayaan yang merata
- Pertumbuhan dan stabilitas
Kebaikan dari Sistem Ekonomi Islam
a. Nilai-nilai
yang tertanam dalam sistem ekonomi Islam sangat kuat, sehingga setiap pelaku
ekonomi dalam menjalankan aktivitasnya tidak akan pernah melakukan aktivitas
yang dapat menyebabkan pencapaian tujuan perekonomian dengan cara-cara yang
penuh intrik dan tipu daya. Apabila sistem ekonomi konvensioal baik
kapaitalisme maupun sosialisme menafikan nilai-nilai moral dan agama dalam
perekonomiannya maka sistem ekonomi Islam sangat komitmen dan memegang
nilai-nilai tersebut.
b. Sangat
memperhatikan kepemilikan individu, namun tetap memberikan batasan-batasan yang
diatur ssesuai syariat Islam. deminian itu karena konsep inti kepemilikan dalam
Islam adalah milik sbsolut dari Allah SWT. Dimana manusia hanya diberi amanah
untuk mendayagunakannya sesuai dengan kemaslahatan masyarakat.
c. Negara
merupakan salah satu institusi penting dalam perekonomian, bahkan ia menempati
salah satu posisi sentral di dalamnya. Negara berperan sebagai pembuat
kebijakan dan melakukan fugsi pengawasan agar tidak terjadi distorsi di dalam
perekonomian dan akan campur tangan apabila telah terjadi distorsi di dalamnya.
Hal ini agar kepentingan ekonomi setiap pelaku ekonomi dapat terlindungi.
d. Memiliki
sistem yang baik bagi pemerataan dalam distribusi pendapatan melalui instrumen
zakat, infak dan shadaqah dari kelompok kaya kepada kelompok miskin. Dengan
sistem ini pertentangan antarkelas tidak akan terjadi karena telah terjadi
saling pengertian diantara mereka. Instrumen yang built in dalam sestem ini
merupakan mekanisme distribusi pendapatan yang tidak terdapat pada sistem
ekonomi konvensioal.
e. Setiap
individu dalam sistem ekonomi Islam akan termotivasi untuk bekerja keras.
Setiap ajaran agama menganfurkan penganutnya untuk bekerja sebagai kunci
kesuksesan individu. Berbagai praktik ibadah dalam Islam memotivasi individu
untuk bekerja keras seperti zakat dan haji. Keduanya merupakan ibadah yang
hanya dapat dilaksanakan oleh orang yang berkecukupan.
Bila dilihat dari berbagai aspek
inilah perbedaan antara sistem ekonomi islam dengan ekonomi islam :
No
|
Keterangan
|
Islam
|
Konvensional
|
1
|
Sumber
|
Al-Quran
|
Daya fikir manusia
|
2
|
Motif
|
Ibadah
|
Rasional matearialism
|
3
|
Paradigma
|
Syariah
|
Pasar
|
4
|
Pondasi dasar
|
Muslim
|
Manusia ekonomi
|
5
|
Landasan fillosofi
|
Falah
|
Utilitarian individualism
|
6
|
Harta
|
Pokok kehidupan
|
Asset
|
7
|
Investasi
|
Bagi hasil
|
Bunga
|
8
|
Distribusi kekayaan
|
Zakat, infak, shodaqoh, hibah,
hadiah, wakaf dan warisan.
|
Pajak dan tunjangan
|
9
|
Konsumsi-produksi
|
Maslahah, kebutuhan dan
kewajiban
|
Egoism, materialism, dan
rasionalisme
|
10
|
Mekanisme pasar
|
Bebas dan dalam pengawasan
|
Bebas
|
Berdasarkan uraian di atas,
jelaslah perbedaan mendasar antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional.
Di antara perbedaan mendasar itu adalah:
1. Rasionaliti dalam ekonomi
konvensional adalah rational economics man yaitu tindakan individu dianggap
rasional jika tertumpu kepada kepentingan diri sendiri (self interest) yang
menjadi satu-satunya tujuan bagi seluruh aktivitas. Ekonomi konvensional
mengabaikan moral dan etika dan terbatas hanya di dunia saja tanpa mengambil
kira hari akhirat. Sedangkan dalam ekonomi Islam jenis manusia yang hendak
dibentuk adalah Islamic man Islamic man dianggap perilakunya rasional jika
konsisten dengan prinsip-prinsip Islam yang bertujuan untuk menciptakan
masyarakat yang seimbang. Tauhidnya mendorong untuk yakin, Allah-lah yang
berhak membuat peraturan untuk mengantarkan kesuksesan hidup. Ekonomi
Islam menawarkan konsep rasionaliti secara lebih menyeluruh tentang tingkah
laku agen-agen ekonomi yang berlandaskan etika ke arah mencapai al-falah, bukan
kesuksesan di dunia malah yang lebih penting lagi ialah kesuksesan di akhirat.
2. Tujuan utama ekonomi Islam adalah mencapai falah di dunia dan
akhirat, sedangkan ekonomi konvensional
semata-mata kesejahteraan duniawi.
3. Sumber utama ekonomi Islam adalah al-Quran dan al-Sunnah atau
ajaran Islam.
4. Islam lebih menekankan pada konsep need daripada want dalam
menuju maslahah, karena need lebih bisa diukur daripada want. Menurut Islam,
manusia mesti mengendalikan dan mengarahkan want dan need sehingga dapat
membawa maslahah dan bukan madarat untuk kehidupan dunia dan akhirat.
5. Orientasi dari
keseimbangan konsumen dan produsen dalam ekonomi konvensional adalah untuk
semata-mata mengutamakan keuntungan. Semua tindakan ekonominya diarahkan untuk
mendapatkan keuntungan yang maksimal. Jika tidak demikian justru dianggap tidak
rasional. Lain halnya dengan ekonomi Islam yang tidak hanya ingin mencapai
keuntungan ekonomi tetapi juga mengharapkan keuntungan rohani dan al-falah.
Keseimbangan antara konsumen dan produsen dapat diukur melalui asumsi-asumsi
secara keluk. Memang untuk mengukur pahala dan dosa seorang hamba Allah, tidak
dapat diukur dengan uang, akan tetapi hanya merupakan ukuran secara anggaran
unitnya tersendiri.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Mungkin itulah
beberapa hal yang mendasari kita untuk menegakkan ekonomi islam. Terlepas dari
hal tersebut marilah kita dalam rangka menegakkan ekonomi islam, sebelumnya
kita memperbaiki diri kita terlebih dahulu, memperbaiki sikap dan perilaku
kita. Makalah yang
ditulis ini tidak berniat negatif sedikitpun, ini hanya ditujukan untuk menilai
antara sistem ekonomi yang berlaku saat ini. Benar tidaknya pendapat yang saya
kemukakan ini, paling tidak tulisan ini bisa menjadi khasanah ilmu yang membuka
wawasan pengetahuan kita.
DAFTAR PUSTAKA
Heri Sudarsono, Konsep
Ekonomi Islam, cet. 3, (Yogyakarta: Ekonosia,2004), hal.91
Nuhyatia, Indah. 2004. Modul
Dasar Ekonomi Islam (Jakarta: SMKN 20 Jak-sel) Universitas Azzahra bekerjasama dengan Bank Indonesia.
2011. Modul Training of Trainers Perbankan Syariah (Jakarta:
Universitas Azzahra)
No comments:
Post a Comment