Seringkali kita buang-buang waktu hanya untuk melampiaskan amarah atau dendam kedalam hal-hal yang tidak berguna. Bisa jadi marah dan dendam memang merupakan dua program yang sudah tertanam dalam sistem memori kita sejak proses dalam kandungan.
Yang mana kedua program itu mudah sekali dipanggil dengan input atau program lain yang juga tertanam dalam diri kita ataupun dari device (perbendaharaan yang bisa berkomunikasi dengan kita) lain di luar diri kita.
Solusinya mungkin kita bisa membangun firewall (pembatas) yang akan membatasi akses pemanggilan kedua program tersebut. Atau secara kreatif kita bisa mengembangkan kedua program tertanam tersebut untuk dapat menghasilkan output yang bermanfat, entah itu untuk diri kita sendiri ataupun untuk lingkungan kita.
Output tersebut bisa
dalam bentuk generator pembangkit semangat(marah), penjaga komitmen(dendam),
penggairah usaha dalam mewujudkan impian (dendam dan semangat), penyulut
inspirasi, pembuka kepekaan sosial dan lainnya. atau jika sampai tingkat lanjut kita bisa membantu
orang lain dalam mengendalikan dan mengembangkan kedua potensi program yang
sudah tertanam secara bawaan tersebut agar tidak mubadzir atau kerepotan
sendiri.
No comments:
Post a Comment