Opini tentang pembelajaran psikologis berbasis algoritma pemrograman komputer

 

Seringkali kita buang-buang waktu hanya untuk melampiaskan amarah atau dendam kedalam hal-hal yang tidak berguna. Bisa jadi marah dan dendam memang merupakan dua program yang sudah tertanam dalam sistem memori kita sejak proses dalam kandungan. 

Yang mana kedua program itu mudah sekali dipanggil dengan input atau program lain yang juga tertanam dalam diri kita ataupun dari device (perbendaharaan yang bisa berkomunikasi dengan kita) lain di luar diri kita.  

Solusinya mungkin kita bisa membangun firewall (pembatas) yang akan membatasi akses pemanggilan kedua program tersebut. Atau secara kreatif kita bisa mengembangkan kedua program tertanam tersebut untuk dapat menghasilkan output yang bermanfat, entah itu untuk diri kita sendiri ataupun untuk lingkungan kita. 

Output tersebut bisa dalam bentuk generator pembangkit semangat(marah), penjaga komitmen(dendam), penggairah usaha dalam mewujudkan impian (dendam dan semangat), penyulut inspirasi, pembuka kepekaan sosial dan lainnya. atau  jika sampai tingkat lanjut kita bisa membantu orang lain dalam mengendalikan dan mengembangkan kedua potensi program yang sudah tertanam secara bawaan tersebut agar tidak mubadzir atau kerepotan sendiri.


No comments:

Post a Comment

Perlindungan terhadap Perempuan ditinjau dari prinsip kesetaraan dalam Undang-Undang Perkawinan

  Kedinamisan hukum semakin memperhatikan nasib perempuan untuk adanya kesetaran dan keadilan gender dan untuk memberikan perlindungan t...