MAKALAH FENOMENA KEMACETAN SETIAP TAHUN (DI KALIGAWE)

MAKALAH
FENOMENA KEMACETAN SETIAP TAHUN DI KALIGAWE


 

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Lalu lintas adalah sarana untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, oleh karena itu lalu lintas merupakan salah satu masalah penting. Apabila arus lalu lintas terganggu atau terjadi kemacetan, maka mobilitas masyarakat juga akan mengalami gangguan. Gangguan-gangguan ini akan berdampak negatif pada masyarakat.
Masalah lalu lintas merupakan suatu masalah sulit yang harus dipecahkan bersama dan sangat penting untuk segera diselesaikan. Apabila masalah lalu lintas tidak terpecahkan, maka semua kerugian yang timbul akibat masalah ini akan ditanggung oleh masyarakat itu sendiri, dan apabila masalah ini dapat terpecahkan dengan baik, maka masyarakat sendiri yang akan mendapatkan manfaatnya.
Sebagai salah satu negara sedang berkembang, Indonesia seperti negara sedang berkembang lainnya mengalami permasalahan-permasalahan lebih kompleks dibandingkan dengan negara-negara maju, mulai dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, kesenjangan sosial, hingga kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan itu sendiri. Kemacetan atau kongesti adalah salah satu diantaranya.

1.2  Analisis Masalah Permasalahan
Kemacetan lalu lintas sangat sulit untuk dihilangkan, paling tidak hanya dapat dikurangi kepadatannya. Hal ini disebabkan karena kemacetan lalu lintas dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan satu sama lainnya. Letak geografis suatu daerah salah satunya.Untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi kemacetan lalu lintas perlu kita ketahui terlebih dahulu hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya kemacetan lalu lintas, apa dampak negatif yang timbul akibatnya dan bagaimana upaya yang dapat kita lakukan bersama agar dapat mengurangi terjadinya kemacetan lalu lintas tersebut.
Tak terkecuali kampus UNISSULA. Seperti yang kita ketahui, saat ini sering terjadi fenomena kemacetan di jalan kaligawe terutama di depan UNISSULA sampai Sayung. Antrian panjang dari pagi sampai malam, kendaraan sering menumpuk di sepanjang jalan tersebut mengakibatkan tersendatnya arus. Tidak jarang banyak mahasiswa UNISSULA mengeluh terutama untuk mahasiswa yang tinggal di kost daerah Kaligawe karena mereka harus membuang waktu di jalan untuk mengantri di kemacetan yang panjang itu. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, tetapi untuk saat ini, faktor utamanya adalah perbaikan jalan di daerah Kaligawe untuk menghindari banjir yang setiap tahun melanda daerah tersebut akibat drainase yang buruk dan hal-hal yang lain.

1.3  Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mempelajari masalah kemacetan lebih lanjut, mengetahui tentang
1.      Sebab-sebab kemacetan di wilayah Kaligawe
2.      Dampak yang ditimbulkannya bagi kehidupan masyarakat sekitar
3.      Mencari dicari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kemacetan.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Kemacetan
Sebelum membahas tentang pengertian kemacetan lalu lintas, sebaiknya kita pelajari terlebih dulu pengertian dari lalu lintas itu sendiri. Dalam UU RI Nomor 14 Tahun 1992, ditetapkan pengertian lalu lintas adalah gerak kendaraan, orang dan hewan di jalan.
Jadi, Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Daerah Kaligawe.
Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Daerah Kaligawe, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Makassar, Palembang, Denpasar, Jogdaerah Kaligawe, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Dinas perhubungan DKI Daerah Kaligawe mencatat, pertambahan jumlah kendaraan bermotor rata-rata 11 persen per tahun sedangkan pertambahan jalan tak sampai 1 persen per tahunnya.
Harapan dari masyarakat daerah kaligawe sendiri agar daerah Kaligawe lebih kondusif serta lebih nyaman, karena selama ini mereka hidup bertahun-tahun dengan kondisi kemacetan lalu lintas yang semakin parah tiap tahunnya. Kawasan industri juga diharapkan lebih di perhatikan oleh pemerintah karena berada satu lingkungan dengan kampus serta Rumah Sakit dimana banyak sekali masyarakat yang melewati daerah tersebut. Terutama pada setiap titik penyebrangan biasanya selalu padat dan menimbulkan kemacetan akibat penumpukan kendaraan. Banyaknya kendaraan besar seperti trailer, truck, kendaraan SPBU, dan yang lain juga menjadi alasan kemacetan bertambah parah karena mereka merusak jalan sehingga proyek pembangunan sering kali dilakukan di daerah Kaligawe untuk menutup jalan rusak agar tidak membahayakan kendaraan kecil yang melintas. Apabila sering terjadi kemacetan maka akan menghambat perjalanan banyak orang serta membuang waktu di jalan.
Di daerah Kaligawe sendiri, kemacetan terjadi salah satunya akibat perbaikan jalan. Jalan yang diperbaiki akan melibatkan penutupan sisi jalur yang akan diperbaiki sehingga kendaraan yang padat harus lewat satu persatu, ditambah adanya terminal bis besar di kawasan tersebut menambah kemacetan akibat banyak sekali angkutan umum yang berhenti di pinggir jalan sehingga mempertambah sempit jalur yang digunakan. Mahasiswa kampus di Kaligawe juga sering mengeluh karena kemacetan ini membuat kelelahan baik jasmani dan rohani. Ditambah membuang waktu yang sia-sia dijalan sehingga mereka harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat dan pulang lebih lama karena harus mengantri padatnya lalu lintas. Tidak hanya mahasiswa saja, dosen pun sama saja sering terjebak macet di Kaligawe mengakibatkan jam kuliah harus terganggu karena dimulai lebih singkat dari jadwal tetapnya. Perbaikan jalan di daerah Kaligawe juga menimbulkan asap serta debu yang membahayakan kesehatan terutama kesehatan dari sistem pernafasan masyarakat yang melintas.
Jika pemerintah ingin memperbaiki jalan di daerah Kaligawe untuk mengurangi kemacetan harus membuat jalan alternatif yang layak untuk di lewati. Seperti yang terjadi sekarang, jalan alternatif sendiri ada banyak, contohnya ada di belakang SPBU Kaligawe dan belakang rel kereta. Tetapi pada kenyataannya, jalan tersebut rusak parah, bahkan mobil yang melintas bisa ikut rusak karena jalan nya yang tidak beraspal serta banyak batu tajam yang membuat roda ban mobil atau motor menjadi bocor. Jalan alternatif dibelakang rel kereta pun sama saja parahnya, disana kita harus melewati jalan dengan keadaan yang curam serta berisi air keruh yang biasanya muncul ketika sehabis hujan. Belum lagi keadaan jalan yang tergenang rob membuat banyak kendaraan mogok karena sering terkena air laut yang bias membuat cepat berkarat. Kendaraan besar juga ikut memperparah lubang jalan di Kaligawe, terkadang kendaraan besar juga berhenti di bahu jalan menjadikan jalan di sepanjang Kaligawe sempit. Kendaraan besar juga harus satu persatu antri melewati sisi jalan yang belum diperbaiki dengan jalan mereka yang lamban, tidak jarang banyak sepeda motor pun juga menambah kemacetan karena tidak mau mengalah ketika di berhentikan agar kendaraan di seberangnya bisa lewat. Kurangnya polisi untuk mengatur lalu lintas juga bisa menjadi faktor lain kemacetan di Kaligawe.  Banyak pak ogah dengan bayaran sukarela membantu lalu lintas di Kaligawe ini. Polisi bertugas hanya pada beberapa waktu saja tidak sehari penuh seperti pak ogah.
Kemacetan di Kaligawe akan terus terjadi setiap tahun. Pemerintah seharusnya mulai memperbaiki jalan secara menyeluruh dan bertahap, memperbaiki drainase di daerah Kaligawe agar tidak sering rob sehingga tidak menambah kemacetan. Banyak polisi yang harus di tugaskan untuk mengatur pengendara yang suka tidak taat aturan sehingga menambah macet antrian kendaraan terutama di daerah terminal biasanya bus dan angkutan umum tidak mau berhenti mengalah. Perbaikan jalan alternative perlu dilakukan sehingga mahasiswa yang tinggal di sepanjang Kaligawe terutama di daerah Perumahan Genuk tidak perlu sampai memutar melewati jalan Arteri karena menghindari macet, jalan rusak dan rob yang menggenang di jalan alternative. Penggunaan masker dan kacamata untuk melindungi diri agar debu dan asap tidak masuk ke dalam tubuh juga diperlukan, karena sangat berbahaya sekali apabila udara kotor masuk ke dalam tubuh sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit yang membahayakan. Serta polisi harus menindak tegas pengendara yang tidak taat lalu lintas terutama di kawasan terminal agar tidak menghambat perjalanan pengendara lain dan tidak membahayakan keselamatan bagi orang di sekitar.

2.2  Penyebab Kemacetan Lalu Lintas
Dari beberapa uraian diatas dapat ditarik faktor-faktor penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas antara lain :
1.   Arus kendaraan yang melewati jalan tersebut telah melampaui kapasitas jalan tersebut.
2. Terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut sehingga menimbulkan rasa ingin tahu warga yang menyebabkan warga berkerumun memadati jalan atau kendaraan yang terlibat kecelakaan yang belum dibersihkan atau disingkirkan dari badan jalan.
3.  Terjadinya banjir yang merendam badan jalan sehingga para pengendara kendaraan memperlambat laju kendaraannya.
4.    Adanya perbaikan jalan.
5.   Kepanikan untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman akibat peringatan akan terjadinya bencana alam seperti tsunami, tanah longsor, banjir dan lainnya.
6.    Adanya bagian jalan yang rusak atau longsor.
7.    Ketidak tahuan masyarakat akan aturan lalu lintas.
8.    Parkir kendaraan yang tidak tertata baik atau tidak pada tempatnya.
9.   Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
10.  Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas.
Sedangkan, penyebab kemacetan di yang biasa terjadi di Daerah Kaligawe :
Pertama, ruas jalan jauh di bawah kebutuhan normal yang seharusnya 20 persen dari total luas kota.Saat ini, lahan jalan Daerah Kaligawe hanya 6,2 persen saja dari total lahan.
Kedua, moda angkutan umum belum sesuai dengan kebutuhan di kota besar. Menurut Andrinof, angkutan umum utama di Daerah Kaligawe harusnya berupa bus dan kereta yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar.
Ketiga yaitu minimnya jembatan penyeberangan orang atau terowongan penyeberangan orang. Sehingga orang kerap kali menyeberang beramai-ramai saat arus lalu lintas sedang tinggi. Ini tentu menghambat laju kendaraan.
Keempat, karena kebijakan perumahan perkotaan yang salah. Rumah susun di Daerah Kaligawe jumlahnya amat kecil. Akibatnya, orang menyebar ke daerah pinggir. Penyebaran rumah ke pinggir membuat orang lama dan banyak berada di jalan.
Kelima karena banyaknya persimpangan jalan yang belum memiliki bangunan fly over maupun underpass.
Keenam, angka urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di pinggir Daerah Kaligawe amat tinggi. Jumlahnya di atas 4,5 persen per tahun. Sementara, mayoritas dari mereka bekerja di Daerah Kaligawe.
ketujuh, yaitu karena banyaknya titik bottleneck, seperti di pintu-pintu masuk jalan tol.
Delapan yaitu karena kurangnya angkutan massal seperti bus dan kereta.
Terakhir, yaitu karena buruknya tata ruang dan kesalahan pemberian ijin bangunan seperti mall dan ruko.

2.3  Dampak Kemacetan Lalu Lintas
Kemacetan lalu lintas sangatlah tidak disukai oleh semua masyarakat, karena kemacetan dapat menyebabkan banyak kerugian terhadap para pengguna jalan. Dampak kemacetan lalu lintas antara lain adalah pemborosan BBM, pemborosan waktu serta menimbulkan polusi udara. Pemborosann BBM terjadi karena kemacetan menyebabkan kendaraan menjadi terhambat sehingga terjadi pembakaran yang tidak efektif.
Selain pemborosan BBM, bila terjadi kemacetan tentu kita juga akan rugi waktu. Misalnya jarak 60 km bisa kita tempuh hanya dengan waktu 1 jam, maka bila terjadi kemacetan dengan waktu yang sama mungkin kita hanya dapat menempuh jarak 10-20 km saja.
Jadi, dampak yang ditimbulkan oleh kemacetan lalu lintas sangat banyak. Selain waktu dan biaya, kemacetan lalu lintas juga dapat menyebabkan stress dan menimbulkan emosi. Akibatnya pekerjaan pun menjadi terganggu. Kadang-kadang akibat terburu-buru akan terjadi kecelakaan yang dapat mengancam nyawa para pengguna jalan.
Kemacetan juga menyebabkan laju kendaraan menjadi lambat dan pembakaran pun menjadi lama, pembakaran yang lama akan menghasilkan karbondioksida sehingga akan menimbulkan polusi udara yanng semakin banyak. Karbondioksida mengandung racun yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat sehingga produktivitas menurun. Bila produktivitas menurun maka perekonomian juga akan terganggu.
Selain itu, kemacetan juga dapat mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Jadi dampak yang diakibatkan oleh kemacetan lalu lintas sangat luas, mulai dari bidang kesehatan, ekonomi hingga produktivitas kerja.
Dapat disimpulkan kemacetan lalu lintas dapat menimbulkan dampak-dampak negatif, antara lain :
 Kerugian waktu, karena kecepatan yang rendah.
Pemborosan energi.
Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih sering.
Meningkatkan polusi udara, karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.
Meningkatkan stress pengguna jalan.
Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti: ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya.
2.4  Solusi Permasalahan Kemacetan
Guna mengatasi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas kendaraan bermotor perlu ditempuh berbagai upaya (program aksi), utamanya:
1.      Menerapkan manajemen lalu lintas (traffic management) yang tepat dan efektif.
Manajemen lalu lintas bertujuan untuk keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Manajemen lalu lintas meliputi:
a.       Kegiatan perencanaan lalu lintas
Kegiatan perencanaan lalu lintas meliputi inventarisasi dan evaluasi tingkat pelayanan. Maksud inventarisasi antara lain untuk mengetahui tingkat pelayanan pada setiap ruas jalan dan persimpangan. Maksud tingkat pelayanan dalam ketentuan ini adalah merupakan kemampuan ruas jalan dan persimpangan untuk menampung lalu lintas dengan tetap memperhatikan faktor kecepatan dan keselamatan.
b.      Kegiatan pengaturan lalu lintas
Kegiatan pengaturan lalu lintas meliputi: penataan sirkulasi lalu lintas, penentuan kecepatan minimum dan maximum, larangan atau perintah penggunaan jalan bagi pemakai jalan.
2.      Menyediakan dan mengoperasikan angkutan massal/umum perkotaan yang berkapasitas mencukupi dan dikelola secara profesional.
3.      Membangun ketersediaan prasarana perkotaan yang berkapasitas yang mampu melayani lalu lintas secara lancar.
4.      Menerapkan strategi kebijakan transportasi perkotaan yang komprehensif, akomodatif dan berwawasan masa depan.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehensif yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Peningkatan kapasitas jalan
Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti :
a.       Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan.
b.      Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah.
c.       Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.
d.      Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover.
e.       Mengembangkan inteligent transport sistem.

2.      Keberpihakan kepada angkutan umum
Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain :
a.       Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum.
b.      Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Daerah Kaligawe dikenal sebagai Busway.
c.       Pengembangan kereta api kota, yang dikenal sebagai Metro di Perancis, Subway di Amerika, MRT di Singapura.
d.      Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transdaerah Kaligawe, Batam ataupun Jogdaerah Kaligawe maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor, bea masuk kepada angkutan umum.
3.      Pembatasan kendaraan pribadi
Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut:
a.       Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Daerah Kaligawe melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya,
b.      Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
c.       Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti diterapkan di Daerah Kaligawe yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motormasuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.

Ada juga solusi dari dengan melibatkan peran pemerintah dan masyarakat, yaitu :
1.      Peran Pemerintah
Peraturan ditegakkan sehingga penduduk menjadi lebih disiplin. Apabila ada kendaraan yang bersalah segera ditilang sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya angkutan umum yang berhenti bukan di halte, kendaraan yang menerobos lampu merah, motor yang berada di jalur kanan serta pejalan kaki yang tidak disiplin juga harus didenda agar mereka merasa jera dengan apa yang telah mereka lakukan. Selain semua itu, pemerintah juga harus mengajak para pengguna jalan agar beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
2.      Peran Masyarakat
Masyarakat sebagai pengguna jalan juga dapat membantu pemerintah dalam menangani kemacetan lalu lintas seperti dengan beralih ke angkutan umum yang tersedia dan lebih tertib berlalu lintas agar para pengguna kendaraan pribadi seharusnya mengikuti aturan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Pejalan kaki harus mau membiasakan diri berjalan di trotoar dan menyeberang di jembatan penyeberangan. Apabila ingin menggunakan angkutan umum, maka kita harus menghentikan angkutan tersebut di halte yang telah di sediakan, begitu pula bila ketika hendak turun.
Untuk para supir hendaknya mempunyai kesadaran yang tinggi untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Supir angkutan umum tidak berhenti di sembarang tempat. Pada saat berhenti kendaraan dipinggirkan agar tidak mengganggu kendaraan lain dan jangan menjadikan perempatan atau pertigaan sebagai terminal. Pedagang kaki lima sebaiknya tidak berdagang di trotoar karena trotoar merupakan haknya pejalan kaki, begitu juga pejalan kaki untuk tidak membeli barang-barang di troatoar.
Apabila menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya gunakan kendaraan yang kecil dan jangan mencoba untuk menerobos lampu merah jika terjadi kemacetan lalu lintas dan jangan menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan yang tidak penting. Bagi para pengguna sepeda motor gunakanlah selalu jalur kiri dan dengan kecepatan yang tidak tinggi.



BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan
Lalu lintas sudah sedemikian macetnya. Dari tahun ke tahun kemacetan ini diperkirakan akan terus bertambah sebab pertambahan kendaraan bermotor 11 persen pertahun sedangkan pertambahan jalan hanya 1 persen pertahun. Dari perbandingan ini kita dapat membayangkan mengapa kemacetan lalu lintas itu sangat sulit untuk diatasi.
Untuk mengatasi kemacetan yang semakin bertambah bahkan untuk mengatasi terjadinya kemacetan total, maka seluruh masyarakat dan juga pemerintah harus segera memikirkan jalan keluarnya dari sekarang. Pemerintah harus bisa mengendalikan laju urbanisasi dan juga harus dapat menekan angka kelahiran secara serius. Pemerintah segera membangun jalan satu arah, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan kereta api,  busway dan angkutan umum lainnya mulai dari sekarang. Selain itu, pemerintah juga sebaiknya memperbaiki penegakan hukum tentang tata tertib berlalu lintas.
Masyarakat juga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi kemacetan, misalnya dengan selalu tertib berlalu lintas, meningkatkan kesadaran hukum tentang lalu lintas serta juga dapat dilakukan dengan cara mematuhi semua peraturan lalu lintas. Bila semua itu dapat dilakukan dengan baik, mungkin kemacetan lalu lintas akan sedikit berkurang. Kedisiplinan berlalu lintas para pengguna jalan memang masih sangat rendah. Hal ini merupakan salah satu masalah penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas. Dan itu sangat merugikan masyarakat karena kemacetan dapat menyebabkan pemborosan BBM, pemborosan waktu serta dapat menimbulkan polusi udara.


3.2   Saran
1.      Pemerintah sebaiknya meningkatkan pelayanan angkutan umum, agar masyarakat tertarik untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
2.      Melakukan pembatasan usia kendaraan karena jika kendaraan tersebut sudah terlalu tua, maka kendaraan tersebut menjadi tidak fungsional lagi.
3.      Penegakan hukum yang tegas terhadap pengguna jalan, pejalan kaki dan pedagang kaki lima yang melanggar aturan.
4.      Aturan yang tegas dan ketat terhadap arus urbanisasi dengan cara yang lebih optimal, dan hukuman dipertegas apabila ada yang melanggar.
5.      Pemerintah juga sebaiknya memasukkan pendidikan berlalu lintas dalam lingkup sekolah dasar dan sekolah menengah.

DAFTAR PUSTAKA


Adisasmita, R & Adisasmita, S.A. 2011. Manajemen Transportasi Darat : Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar (Daerah Kaligawe). Daerah Kaligawe:Graha Ilmu.

Khisty, Jotin C dan B. Kent Lall. 2003. Transportation Engineering : An Introduction, 3rd Edition. Pearson Education. Prentice Hall.

Morlok, Edward K. 1978. Introduction to Transportation Engineering and
Planning
. Mc Graw-Hill.Inc. Pennsylvania.

1 comment:

  1. How to play free online casino games | BBSJON
    The main difference between baccarat and slots in 다이아카지노 real life is that most 메리트 카지노 가입 쿠폰 players 출장안마 play on site only for 온라인카지노 the 나비효과 pleasure of the casino players.

    ReplyDelete

Perlindungan terhadap Perempuan ditinjau dari prinsip kesetaraan dalam Undang-Undang Perkawinan

  Kedinamisan hukum semakin memperhatikan nasib perempuan untuk adanya kesetaran dan keadilan gender dan untuk memberikan perlindungan t...